10
PENYEBAB (SPELE) KEPALA CENAT-CENUT
1. STRES
Saat stres, tubuh dipenuhi unsur kimiawi pemicu stres,
seperti adrenalin. Sebaliknya, unsur kimiawi yang menenangkan tubuh seperti
endorfin akan berkurang. Akibatnya batas ambang rasa sakit menurun dan kita
lebih mudah sakit kepala. Sakit kepala akibat stres biasanya diawali dengan
rasa sakit di belakang kepala, merambat ke depan, hingga akhirnya kedua sisi
kepala.
2. SALAH POSTUR
Posisi kepala dan bahu
yang telalu “tertarik” bisa membuat otot di sekitar leher maupun otot di
sekitar tengkorang kepala dan tulang punggung menjadi tegang. Misalnya, duduk
dengan bahu membungkuk, duduk tanpa sandaran, punggung melengkung, kebiasaan
menerima telpon dengan menjepitnya diantara bahu dan kuping, atau berada dalam
satu posisi terlalu lama. Otot leher yang tegang (kontraksi) menekan
saraf-saraf di leher dan kepala, sehingga menyebabkan kontraksi yang memicu
sakit kepala.
3. DEHIDRASI
Minimnya air dalam darah akan menyebabkan
darah menjadi semakin pekat, sehingga aliran ketubuh bagian atas terhambat.
Akibatnya, timbul sakit kepala. Dehidrasi terjadi saat cairan yang dikeluarkan
oleh tubuh melalui urine dan keringat tidak seimbang dengan asupan yang masuk. Rasa
haus atau tenggorokan kering merupakan alarm tubuh yang menandakan kita
mengalami gelaja dehidrasi.
4. FILM 3D
Film dengan teknologi Tiga
Dimensi (3D) bisa menyebabkan ketegangan pada mata karena ilusi yang dilihat
pada film 3D tidak dipilah dengan cara yang sama antara otak dengan mata. Akibatnya
otak bekerja lebih keras, pada sebagian orang dapat menyebabkan sakit kepala.
5. AROMA PARFUM
Parfum, lem, obat nyamuk,
kamper, cat basah, cairan pembersih kuku, apapun yang aromanya menyengat dapat
merangsang sitem saraf yang memicu sakit kepala.
6. KURANG TIDUR
Rata-rata kebutuhan tidur
manusia dewasa kurang lebih 7-8 jam per hari. Jika kurang dari itu peredaran
darah bisa turun, sehingga peredaran darah kekepala tidak lancar (tersumbat).
7. ROKOK
Kandungan nikotin pada
rokok dapat menyebabkan pembulu darah ke otak menyempit sehingga aliran darah
ke otak berkurang. Hukum ini berlaku bukan hanya untuk perokok aktif, tetapi
juga perokok pasif yang ikutan mengihup asap rokok.
8. AKSESORIS RAMBUT
Jepit
rambut, bando, topi yang sempit, ataupun mengikat rambut terlalu kencang bisa
menyebabkan saraf di darah kepala menegang. Kondisi itu menjadi penyebab sakit
kepala.
9.
PERUBAHAN HORMON
Naik-turunya kadar
esterogen, misalnya pas menstruasi, bisa memicu sakit kepala pada kita yang
memiliki sejarah migrain.
10. SKIP JAM MAKAN
Perut kosong dapat menurunkan gula darah, tapi bukan berarti
bisa “diobati” dengan mengonsumsi makanan manis seperti permen. Pascalnya, gula
dari makanan manis akan membuat gula darah melambung untuk kemudian turun lebih
rendah. Naik-turun gula darah justru akan memperparah sakit kepala.


0 komentar:
Posting Komentar